SINUSITIS

Sinusitis, dikenal juga sebagai rhinosinusitis, adalah pembengkakan dari sinus (terdapat 6 sinus, 3 di kiri dan 3 di kanan). Dapat disebabkan oleh infeksi, alergi, atau masalah-masalah auto imunitas. Jika disebabkan oleh virus, biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 10 hari. Beberapa tipe sinusitis berdasarkan lamanya perjalanan penyakit, antara lain:

  • Sinusitis akut.
  • Sinusitis Subakut.
  • Sinusitis Kronis.
  • Sinusitis Kambuhan.

Secara umum, gejala pada sinusitis adalah:

  • sakit kepala
  • demam dengan suhu 38°Celcius atau lebih
  • Hidung tersumbat atau keluar cairan kuning kehijauan
  • Nyeri pada bagian wajah dan terasa sakit ketika ditekan
  • Kehilangan indera penciuman
  • Napas berbau (halitosis)

Penyebab Utama dan Faktor Pemicu Kemunculan Sinusitis

penyebab sinusitis  yang paling umum pada orang dewasa adalah karena pembengkakan dinding dalam hidung. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh virus flu atau pilek yang disebarkan sinus dari saluran pernapasan atas. Faktor pemicu sinusitis pada orang dewasa selain infeksi virus adalah infeksi jamur, infeksi gigi, serta kebiasaan merokok. Biasanya setelah terjadi pilek atau flu, infeksi bakteri sekunder bisa terjadi. Ini akan menyebabkan dinding dari sinus mengalami peradangan atau inflamasi.

Pada anak-anak sinusitis disebabkan oleh alergi, tertular penyakit dari anak-anak lain di sekitarnya, kebiasaan menggunakan dot ataupun minum dari botol dalam keadaan berbaring, dan tinggal di lingkungan yang penuh asap.

Beberapa penanganan sederhana untuk mengurangi rasa sakit akibat sinusitis yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah, antara lain :

  • Memperbanyak minum air putih

Jika Anda memiliki masalah sinus, perbanyak minum air putih atau jus buah-buahan. Asupan cairan dapat mengencerkan lendir dan membantu mengeluarkannya. Sebisa mungkin kurangi kafein. Minuman yang mengandung kafein atau alkohol bisa menyebabkan dehidrasi. Alkohol juga bisa menambah pembengkakan pada sinus.

  • Pencucian hidung

Penanganan yang biasa disebut irigasi nasal ini dapat membantu menjaga sinus tetap bersih. Untuk memulai, buat larutan garam yang terdiri dari satu liter air hangat suam-suam kuku dan satu sendok teh garam. Beberapa orang juga menambahkan setengah sendok teh baking soda guna meminimalisasi rasa garam. Larutan ini kemudian dimasukkan ke dalam neti pot (bisa dibeli di apotek), namun Anda juga bisa menggunakan teko kecil di rumah.

Pastikan neti pot atau teko dalam keadaan bersih. Kemudian bersandar ke wastafel, miringkan kepala Anda dan tuangkan larutan garam ke salah satu lubang hidung. Biarkanlah larutan itu mengalir keluar melalui lubang hidung lainnya. Dalam kondisi seperti ini, gunakan mulut untuk bernapas.

  • Hirup udara yang lembap

Pasang alat pelembap ruangan di kamar atau tempat yang paling sering Anda gunakan untuk menghabiskan waktu sehari-hari. Udara yang kering dapat menyebabkan iritasi pada sinus, sementara menghirup udara yang lembap dapat membantu mengurangi kondisi hidung terpampat.

  • Memakai kompres hangat

Anda juga bisa menghirup uap tiga kali sehari. Anda bisa menghirup uap hangat dari mangkuk atau baskom berisi air panas. Namun, jangan menghirup ketika air masih dimasak di atas kompor. Bernapas dengan normal untuk menghirup uap air yang dihasilkan air panas.

Selain itu, cara lain yang dapat dilakukan yaitu kompres langsung handuk yang telah direndam air hangat, lalu meletakannya di sekitar hidung hingga kening. Bernafas dengan normal untuk menghirup uap air yang dihasilkan air rebusan.

  • Mengonsumsi sup ayam

Ada cara lezat dalam meredakan sinusitis yaitu dengan mengonsumsi sup ayam. Sejumlah penelitian menunjukkan, sup ayam mampu mengurangi peradangan yang berhubungan dengan kondisi sinus dan pilek. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kandungan antioksidan dan antiperadangan dalam bahan-bahan dalam sup.

  • Makan buah nanas

Enzim bromelain yang ditemukan dalam buah nanas dan batang nanas, memiliki kemungkinan dapat mengurangi peradangan, termasuk sinusitis. Sebaiknya konsumsi buah ini dalam jumlah cukup dan tidak berlebihan, karena menimbulkan risiko diare atau sakit perut. Ada pula risiko alergi dari enzim bromelain yang dialami sebagian orang. Ada pula enzim bromelain yang berasal dari batang nanas, dalam bentuk suplemen. Namun, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum mengonsumsi nanas. Beragam jenis buah-buahan lainnya juga dapat dikonsumsi sebagai asupan sumber nutrisi tambahan yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Semoga bermanfaat 🙂 silahkan share 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *