Parestesia ( Kesemutan ) !!!

 
Parestesia (kesemutan) adalah suatu kondisi yang terjadi di mana anggota tubuh mengalami sensasi panas, seperti tertusuk-tusuk jarum, mati rasa atau kebas. Parestesia umumnya terjadi pada tangan dan kaki, muncul secara tiba-tiba, dan biasanya tidak disertai nyeri.
 
Hampir semua orang pernah mengalami parestesia. Kejadian yang paling sering adalah ketika merasakan kesemutan pada tangan atau kaki ketika tertidur. Sensasi tersebut muncul akibat penekanan pada saraf secara tidak sengaja. Parestesia ini akan hilang dengan sendirinya ketika Anda mengubah posisi. Parestesia tersebut disebut sebagai parestesia sementara.
 
Gejala Parestesia
 
– Mati rasa
– Kaku
– Merasa lemah pada anggota badan
– Sensasi menggelenyar atau geli pada anggota badan tersebut
– Rasa terbakar
– Dingin
– Rasa tertusuk-tusuk pada anggota badan terutama pada kaki yang dapat menyebabkan sulit berjalan (hal ini biasanya terjadi dalam kasus parestesia kronis).
 
 
Penyebab paresthesia
 
Penyebab parestesia (kesemutan) tidak selalu bisa ditentukan secara pasti. Parestesia temporer biasanya terjadi akibat adanya penekanan pada saraf atau terhambatnya sirkulasi darah. Sedangkan parestesia kronis umumnya merupakan tanda adanya gangguan pada saraf.
 
Penyebab parestesia kronis dibagi menjadi dua kategori, yaitu:
 
– Radikulopati merupakan suatu kondisi yang disebabkan saraf mengalami penekanan, iritasi atau peradangan.
 
– Neuropati dapat terjadi akibat kerusakan saraf kronis, misalnya pada kasus hiperglikemia atau gula darah tinggi.
 
Selain itu, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya parestesia kronis pada seseorang adalah:
 
– Trauma, cedera, atau kecelakaan yang dapat menyebabkan kerusakan saraf.
– Cedera akibat gerakan berulang
– Carpal tunnel syndrome.
– Stroke atau ministroke, yaitu kondisi ketika aliran darah di otak terhambat dan menyebabkan kerusakan jaringan otak.
 
 
Pengobatan
 
Parestesia sementara tidak membutuhkan pengobatan secara khusus. Sedangkan pengobatan parestesia kronis tergantung dari penyebabnya. Sebagai contoh, jika disebabkan oleh penyakit seperti diabetes, maka pengobatannya berupa kontrol gula darah. Jika disebabkan oleh pekerjaan, penanganannya adalah dengan melakukan perubahan postur atau fisioterapi.
 
Pencegahan
 
Cukup sulit mencegah paresthesia. Parestesia sementara dapat dicegah dengan tidak menekan tungkai ketika tidur. Sementara itu, parestesia kronis dapat dicegah dengan menghindari gerakan berulang-ulang, hindari duduk terlalu lama, hindari memiliki penyakit seperti diabetes, ginjal, atau stroke.
 
Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.
Selamat Pagi 🙂 Salam Sehat 🙂 Silahkan Share 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *