Bagaimana manfaat protein bagi tubuh ?

Protein adalah makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang besar. Protein terdiri dari 20 asam amino yang diperlukan agar tubuh dan sel-selnya berfungsi dengan baik. Lebih dari setengah asam amino (11) disebut sebagai asam amino nonesensial karena dapat dibuat sendiri oleh tubuh sedangkan, sedangkan sisanya (9) dinamakan asam amino esensial karena harus didapat dari makanan.

Manfaat protein

Protein merupakan komponen penting dari setiap sel dalam tubuh. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika ada begitu banyak manfaat protein bagi tubuh:

  • Diperlukan dalam pembentukan tulang, otot, tulang rawan, kulit, dan darah.
  • Membangun, memperkuat, dan memperbaiki atau mengganti jaringan. Contohnya, keratin yang memperkuat rambut, serta kolagen dan elastin yang menunjang jaringan ikat.
  • Membuat hormon yang berfungsi membantu sel mengirim pesan dan mengoordinasikan kegiatan tubuh.
  • Membuat antibodi untuk sistem kekebalan tubuh.
  • Penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, remaja, dan wanita hamil.
  • Terlibat dalam kontraksi gerakan dan otot, contohnya aktin dan myosin.
  • Membuat enzim yang berfungsi memfasilitasi reaksi biokimia.
  • Membuat hormon dan bahan kimia tubuh lainnya.
  • Mengangkut sel atau zat, contohnya hemoglobin yang membawa oksigen melalui darah ke seluruh tubuh.
  • Memediasi respon sel, seperti rhodopsin yang digunakan untuk penglihatan.
  • Menyimpan zat, seperti feritin yang berfungsi menyimpan zat besi dalam hati.

10 makanan yang mengandung protein tinggi

1. Telur

Telur adalah salah satu makanan sehat dan paling bergizi karena mengandung vitamin, mineral, lemak sehat, antioksidan yang berguna untuk melindungi mata dan nutrisi otak. Mengonsumsi putih telur lebih baik karena mengandung protein murni tanpa lemak. Satu telur mengandung 6 gram protein dan 78 kalori.

2. Kacang almond

Almond merupakan salah satu jenis kacang yang paling populer karena mengandung nutrisi penting termasuk serat, vitamin E, mangan dan magnesium. Kadar protein yang ada pada kacang almond sebanyak 6 gram per 1 ons.

3. Dada ayam

Dada ayam sangat mudah untuk dimasak, dengan catatan Anda mampu memasaknya dengan benar. Kadar protein yang terkandung dalam 1 dada ayam tanpa kulit sebanyak 53 gram dan 284 kalori.

4. Gandum

Gandum juga termasuk makanan paling sehat karena banyak mengandung serat sehat, magnesium, mangan, vitamin B1 dan beberapa nutrisi lainnya. Kadar protein yang terkandung dalam gandum mentah adalah 13 gram dan 303 kalori.

5. Keju cottage

Keju cottage merupakan jenis keju yang cenderung sangat rendah lemak dan kalori. Keju ini mengandung kalsium, fosfor, selenium, vitamin B12, vitamin B2 dan berbagai nutrisi lainnya. Secangkir keju cottage dengan 2% lemak menganduk 27 gram protein dan 194 kalori.

6. Yogurt

Yogurt merupakan makanan yang rasanya lezat, memiliki tekstur lembut, dan tinggi nutrisi. Yogurt seberat 170 gram mengandung 17 gram protein dan 100 kalori.

7. Susu

Susu adalah minuman yang sangat bergizi, namun masalahnya sebagain orang dewasa kurang suka dengan minuman ini. Susu mengandung banyak nutrisi tunggal yang dibutuhkan oleh manusia karena sarat kalsium, fosfor dan vitamin B2. Secangkir susu dengan lemak 1% mengandung 8 gram protein dan 103 kalori.

8. Daging sapi

Daging sapi tanpa lemak memiliki protein yang tinggi, terlebih rasanya pun juga lezat. Daging sapi seberat 85 ons yang di masak dengan lemak 10%  mengandung 22 gram protein dan 184 kalori,

9. Ikan tuna

Ikan tuna memiliki lemak dan kalori yang rendah sehingga sebagian besar yang terkandung dalamnya adalah protein. Seperti ikan lainnya, tuna mengandung nutrisi yang kaya akan lemak omega – 3. Dalam 1 ons una mengandung 30 gram protein dan 157 kalori.

10. Udang

Hampir semua makan laut merupakan sumber protein yang sangat baik karena biasanya rendah lemak. Meskipun udang rendah kalori tetapi sarat dengan berbagai nutrisi seperti selenium, vitamin B12 dan lemak omega-3. Dalam 1 ons udang mentah mengandung 24 gram protein dan 99 kalori.

Karena protein diperlukan dan digunakan dalam menjalankan berbagai fungsi tubuh, maka defisiensi protein berkaitan dengan berbagai macam gangguan seperti:

1. Gangguan kognitif

Fungsi kognitif otak dapat terganggu ketika Anda tidak mencukupi kebutuhan protein harian. Pasalnya, otak merupakan salah satu organ tubuh yang menggunakan banyak protein untuk bisa berfungsi. Kekurangan protein dapat menghambat produksi hormon pengatur mood dan ketajaman berpikir.

2. Bengkak di bagian tubuh tertentu

Defisiensi protein menyebabkan Anda rentan kekurangan serum albumin. Serum albumin merupakan salah satu jenis protein yang disimpan dan diedarkan dalam darah. Kekurangan albumin dapat menyebabkan munculnya pembengkakan di bagian tubuh yang terpengaruh.

Pembengkakan atau edema tersebut juga dapat terjadi pada sekitar rongga perut yang merupakan tanda dari penyakit  Kwashiorkor.

3. Perlemakan hati

Perlemakan hati biasanya disebabkan oleh kebiasaan minum alkohol dalam jumlah banyak. Namun hal ini juga bisa disebabkan oleh defisiensi protein.

Tubuh yang kekurangan protein tidak mampu memproduksi cukup lipoprotein, protein yang bertugas untuk mengangkut lemak. Akibatnya, penumpukan lemak pada hati dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati.

4. Rambut, kulit, dan kuku mudah rapuh

Protein adalah zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan rambut, kulit dan kuku. Itu sebabnya, defisiensi protein dapat menyebabkan masalah kulit kering, kuku kusam dan mudah rapuh, perubahan tekstur rambut, hingga rambut yang lebih gampang rontok.

5. Gampang sakit

Sel darah putih bertanggung jawab sebagai pasukan pelindung imun tubuh. Ketika tubuh kekurangan protein, produksi sel darah putih juga akan mengalami penurunan. Akibatnya tubuh akan lebih rentan sakit akibat infeksi kuman dan virus pembawa penyakit.

6. Asupan nutrisi lainnya jadi tidak seimbang

Defisiensi protein dapat menghambat fungsi peredaran nutrisi lainnya ke setiap bagian tubuh. Jika terjadi dalam waktu yang lama, maka keseimbangan nutrisi tubuh dapat terganggu.

Kekurangan gizi secara umum dapat menyebabkan nafsu makan menurun emosi jadi tidak stabil, sulit tidur (insomnia), serta mudah merasa lemas dapat merasakan penurunan nafsu makan, gangguan emosi, insomnia serta merasa lemas.

Pada anak-anak, kekurangan protein dapat mengganggu proses tumbuh kembangnya sehingga meningkatkan risiko anak mengalami stunting dan gangguan perkembangan lainnya.

7. Kehilangan masa otot

Jaringan otot tubuh merupakan bagian yang paling banyak menyimpan dan menggunakan protein. Ketika tubuh kekurangan protein, maka protein dalam otot rangka akan diambil secara perlahan untuk memenuhi kebutuhan protein tersebut. Dalam waktu yang lama defisiensi protein dapat menyebabkan penurunan masa otot yang serius.

  1. Lebih mudah lapar

Ketika asupan protein tidak mencukupi, Anda jadi lebih mudah merasa lapar. Lapar merupakan insting alami tubuh untuk mengingatkan Anda agar mencukupi asupan gizi. Gampang lapar pada akhirnya sering tidak disadari dapat memicu kegemukan.

Selamat malam 🙂 semoga bermanfaat 🙂 dan silahkan share 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *