Mimisan

Mimisan

Mimisan adalah pendarahan yang terjadi dari hidung. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Hal ini memiliki resiko tinggi untuk mengalami mimisan yaitu pada anak-anak berusia 2 hingga 10 tahun, lansia, ibu hamil, orang yang sering mengonsumsi obat pengencer darah (seperti aspirin) dan obat antikoagulan, serta pengidap kelainan darah seperrti hemofilia.

Jenis dan Penyebab Mimisan

Mimisan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Faktor pemicunya bisa berupa penggunaan obat-obatan, keturunan, hingga penyakit. Beberapa di antaranya adalah:

– Proses buang ingus yang terlalu kencang.
– Tidak sengaja melukai dinding hidung saat mengorek hidung.
– Udara yang kering dan dingin. Lapisan dalam hidung yang kering menjadikannya lebih rentan terluka dan terinfeksi.
– Bentuk hidung yang bengkok, misalnya karena keturunan atau cedera.
– Sinusitis akut atau kronis.
– Penggunaan obat-obatan tertentu, misalnya aspirin, antikoagulan, atau obat pelega pernapasan yang berlebihan.
– Iritasi akibat senyawa kimia, misalnya amonia.
– Cedera hidung.
– Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti menghirup kokain.
– Operasi hidung.
– Tumor pada rongga hidung.
– Kelainan pada kemampuan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
– Konsumsi alkohol.

Langkah Sederhana Penanganan Mimisan

– Duduk tegak dan jangan berbaring. Posisi duduk akan mengurangi tekanan pada pembuluh darah hidung sehingga dapat menghentikan pendarahan.
– Condongkan tubuh ke depan sehingga darah keluar lewat hidung dan tidak masuk ke tenggorokan.
– Keluarkan dan buang darah yang mengalir ke mulut. Menelan darah dapat memicu keinginan untuk muntah.
– Gunakan ibu jari dan telunjuk untuk memencet hidung selama sekitar 10 menit. Langkah ini akan memberi tekanan pada sumber pendarahan sehingga menghentikan darah. Jangan lupa untuk bernapas lewat mulut.
– Letakkan kompres dingin pada pangkal hidung untuk memperlambat pendarahan.

Langkah Pencegahan Mimisan

Bekas luka pada pembuluh darah sehabis mimisan biasanya dapat membentuk koreng dan membuat hidung terasa tidak nyaman. Tetapi jangan mengorek koreng tersebut karena hal ini dapat kembali memicu mimisan.
Hidung juga umumnya akan lebih rentan terkena iritasi atau infeksi setelah mimisan. Karena itu, menjauhlah sebisa mungkin dari pengidap flu, batuk, atau pilek. Menghindari rokok, minuman keras, serta minuman panas juga dapat membantu.

Di samping menghindari kambuhnya mimisan, ada sejumlah langkah pencegahan yang mungkin berguna . Langkah-langkah sederhana tersebut meliputi:

– Berhati-hatilah saat mengorek hidung. Jangan terlalu dalam.
– Jangan membuang ingus terlalu kencang.
– Berhenti merokok. Rokok dapat mengurangi kelembapan hidung dan meningkatkan risiko iritasi hidung.

Selamat Pagi Sahabat Reza Herbal 🙂
Salam Sehat, Semoga Bermanfaat 🙂
Silahkan Share 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *