Apa saja gejala tifus ?

Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi dan umumnya menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit yang banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya. 

Tifus dapat menular dengan cepat. Infeksi demam tifoid terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi sejumlah kecil tinja yang mengandung bakteri. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan terjadi akibat terkena urine yang terinfeksi bakteri.

 

Gejala umum tifus mencakup:

– Suhu tinggi, yang dapat mencapai hingga 39-40C terutama pada sore dan malam hari.
– Sakit kepala
– Sakit otot
– Sakit perut
– Mehilangan selera makan
– Sembelit atau diare (orang dewasa cenderung memderita sembelit sedamgkan anak-anak cenderung menderita diare)
– Ruam berupa bintik-bintik merah muda kecil
– Lelah dan lesu
– Kebingungan, seperti tidak tahu di mana Anda berada atau apa yang terjadi di sekitar Anda.

 

Obat tifus bukan hanya antibiotik

Salah satu cara mengatasi tifus atau demam tifoid ini adalah dengan antibiotik yang bisa membunuh bakteri Salmonella. Berdasarkan penggunaan antibiotik, dampak fatalnya hanya 20%. Kematian bisa terjadi karena infeksi yang luar biasa, pneumonia, perdarahan usus, atau adanya lubang kecil di usus.

Berkat penggunaan antibiotik dan perawatan lainnya, tingkat kematian berkat tifus sudah berkurang 1%-2%. Dengan terapi antibiotik yang sesuai, biasanya ada perbaikan kondisi dalam 1-2 hari dan pemulihan dalam 7-10 hari.

Beberapa antibiotik efektif untuk mengatasi demam tifoid atau tifus. Chloramphenicol merupakan obat original yang dipilih selama bertahun-tahun. Tetapi karena efek samping serius (meski jarang terjadi), chloramphenicol digantikan dengan antibiotik efektif lainnya. Pilihan antibiotik dilakukan berdasarkan identifikasi geografis di mana infeksi terjadi.

Bagi orang-orang yang sakitnya kronis (sekitar 3%-5% dari semua yang terinfeksi), ini bisa diatasi dengan antibiotik jangka panjang. Sering kali, pengangkatan kandung empedu, tempat di mana infeksi kronis berada, akan menyembuhkan.

Namun, sebenarnya untuk bisa cepat sembuh dari penyakit tifus atau demam tifoid, tidak hanya antibiotik yang jadi andalan. Anda juga harus makan dan minum yang sehat dan aman bagi Anda.

Makanan untuk penderita tifus

Aman dimakan

  • Makanan yang dipanggang dan disajikan panas
  • Telur matang
  • Buah dan sayur yang dicuci dengan air bersih atau Anda kupas sendiri
  • Produk susu yang dipasteurisasi

Tidak aman dimakan

  • Makanan yang disajikan pada suhu ruangan
  • Makanan dari warung pinggir jalan
  • Telur mentah atau setengah matang
  • Daging atau ikan mentah atau setengah matang
  • Buah dan sayuran yang tidak dicuci atau tidak dikupas
  • Rempah-rempah dari bahan yang segar
  • Salad
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi
  • Bushmeat (daging monyet, kelelawar, dan hewan liar lainnya)

Minuman untuk penderita tifus

Aman diminum

  • Minuman kemasan botol yang disegel (yang dikarbonasi lebih aman)
  • Air yang direbus, difilter, atau diolah terlebih dahulu
  • Es yang dibuat di dalam botol atau air yang bebas infeksi
  • Minuman karbonasi kemasan botol dan segel, serta minuman olahraga
  • Kopi atau teh panas
  • Susu yang dipasteurisasi

Tidak aman diminum

  • Air keran atau sumur
  • Es yang dibuat dari air keran atau sumur
  • Air yang dibuat dengan air sumur atau keran
  • Es loli atau popsicle
  • Susu yang tidak dipasteurisasi
  • Air mancur jalanan

Selamat malam 🙂 semoga bermanfaat dan silahkan share 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *